Aku tidak ambil perduli pendapat orang lain yang mengetahui aku memutuskan keluar dari hubungan sesama jenis. Citra itu nga penting banget buatku. Perubahan yang aku alami bukan sesuatu yang bisa di lihat secara fisik atau di ungkapkan dengan kata-kata. Hanya Tuhan dan aku sendiri yang tahu ada perubahan di dalam diriku.
Kenapa aku bisa berubah ? Sekali lagi ini karena kasih karunia Tuhan, hatiku yang keras menjadi lembut. Hanya Tuhan yang bisa melembutkan hati yang keras.
Sesederhana itu ? Ya.
Sulit ? Ya, jika tanpa Tuhan.
Mungkin ? Ya. tapi tidak menurut pikiran manusia.
Lesbian berubah ? Ya. Sungguh ajaib untuk di mengerti.
Setelah perubahan yang terjadi, bukan lantas aku menjadi sosok yang sempurna dan hidupnya jadi mulus. Sama sekali tidak . Sebaliknya aku jadi tahu kalau diri aku bobrok banget dan banyak hal yang harus diperbaiki. Hidup aku juga tidak mulus, goncangan usaha, dimusuhin, difitnah.
Karena kasih karunia Tuhan, aku mendapat kesempatan untuk membuka lembaran hidup baru. Sungguh-sungguh baru. Dan kali ini aku menjalani hidup bersama denganNya. Semua hal yang buruk di dalam diriku satu persatu dibuang. Aku terbuka dengan Tuhan, mengakui dari mulutku sendiri apa yang menjadi kelemahanku walaupun aku tahu Tuhan pasti mengetahui seluruh isi hatiku. Mengakui kelemahan berarti memohon Tuhan menjaga supaya tidak terjatuh karena kelemahan itu. Hatiku terbuka dihadapanNya.
Tidak hanya aku dibersihkanNya, Dia juga menaruh hati yang fokus kepadaNya. Aku mencariNya. Ada kerinduan untuk mencariNya. Aku haus air kehidupanNya. Integritasku terbentuk dengan sendirinya.
Antara citra dan integritas. Antara aku dan Tuhan. Perubahan yang terjadi adalah tentang aku dan Tuhan. Tentang hubunganku dan Tuhan yang dipulihkan. Aku buang citra jauh-jauh dari dalam hidupku. Hanya ada integritas.
