Sampai detik aku menulis ini, aku benar-benar merasa beruntung karena diberi telinga yang bisa mendengar saat pintu diketuk Imam Besar Agung. Membukakan pintu hatiku seluas-luasnya untuk Imam Besar Agung membuatNya menjadi Guru dalam kehidupanku. Guru mengajarku, Guru menunjukkan jalan yang harus aku tempuh, Guru hendak menasehatiku dan Mata Guru tertuju kepadaku. Guru juga menghajarku supaya aku mengerti. Guru, sejujurnya aku sering menangis lho....tapi aku mengerti itu semua untuk kebaikannku sendiri.
Guru punya jutaan murid dibumi ini . Tahukah kamu, Guru setiap saat mengetuk pintu calon murid-muridnya tanpa pilih kasih !
Guru pernah mengajarkan suatu perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh !. Yaiksss..... kontradiktif sekaleee, karena biasanya orang yang kaya tentunya pintar menghasilkan uang. Tuh lihat Bill Gates, Robert Tiyosaki, George Soros....tajir abis bukan. Mereka itu termasuk golongan yang waktu tidurpun saldo rekeningya bertambah terus.
Tapi Guru berkata ada orang kaya yang bodoh, yang memuaskan jiwanya dengan kekayaannya.
Come on Guru, it's ok lah memuaskan jiwa dengan harta. Udah cape-cape kerja mboooo, mosok sih nga bisa menikmatinya ?.
Trus apa donk maksudnya Guru ?
Guru memberi pengertian begini, sekalipun punya harta yang tidak habis dipakai tujuh turunan, belum tentu di mata Imam Besar Agung kita kaya. Bahkan bisa jadi kita adalah orang termiskin yang telanjang.
Opssss, kok ????? aku makin bingung yah ?
Inilah Guruku. Sekalipun aku lambat mengerti, Guru tetap sabar menunggu sampai aku benar-benar mengerti.
Ini lho maksud Guru. Kaya di hadapan Imam Besar Agung adalah kaya didalam rahmat, kaya didalam pekerjaan-suka memberi dan kaya di dalam iman. Jika bertekun maka Bapa akan mencukupi semua kebutuhan. Kita tidak mengandalkan kekuatan sendiri untuk memperoleh kekayaan tapi Bapa disurga yang akan mencurahkannya.
Beda sekali pengertiaan kaya secara dunia dan kaya di mata Imam Besar Agung. Cara mudah untuk memeriksa apakah kita ini kaya secara dunia atau kaya menurut Imam Besar Agung yaitu apakah sudah ada damai dihati ?
Damai seperti apa Guru ?
Nanti kita lanjutkan lagi..
Guru, makasih buat pelajaran ini. Aku mau belajar lebiiiiiiiiiiiih lagi.
