Minggu, 18 Mei 2008

Pikiranku vs RencanaNya ( renungan hari ini )

Kapan ?


Berapa ?


Kenapa ?


Bagaimana ?.....dst



Untaian huruf seperti ini melekat erat dalam keseharianku. Motto yang udah tersimpan rapi di alam bawah sadarku bahwa semua pekerjaan termasuk rencana ke depan mesti pake logika sudah melekat sangat kuat. Dan aku juga optimis rencana yang aku buat pasti mendapatkan hasil yang tidak jauh dari apa yang sudah aku rencanakan.

Saat mulai hidup baru, aku belajar untuk menyerahkan apa yang kurencanakan ke hadapan Tuhan melalui doa. Rasanya bersemangat sekali menyerahkan rencana ku dihadapan Tuhan karena aku yakin hasil yang ku dapatkan akan semakin berlimpah.

Aku mulai hidup baru tanggal 6 January 2008. Sampai hari ini, banyak pintu peluang yang terbuka untuk ku dan tidak satu pintu pun yang luput aku kerjakan. Semakin banyak peluang semakin banyak aku berharap dan ber-andai-andai. Dalam hati aku berkata, " mana mungkin nga satu pun dari peluang yang sudah aku kerjakan tidak menghasilkan sesuatu ! ".

Sepulangnya aku dari perjalanan panjang ke luar kota yang memakan waktu tiga minggu lebih, aku mendadak menjadi letih, capek, bosan. Aku kehilangan semangat. Optimisme dalam diriku hilang nga tersisa. Proposal kerja yang sudah kususun dengan bersemangat selama perjalanan menjadi tidak menarik lagi.

Beberapa hari ini aku lebih banyak merenung dan bertanya-tanya dalam hati, " Kenapa ?". Tidak ada jawaban sama sekali. Kosong. Hampa. Muncul kemarahan di dalam hatiku. Aku nga bisa menutupi rasa marah yang muncul dihati. Di rumah aku jadi sensitif banget dan cepat tersinggung. Aku jadi sulit berdoa.

Di hari minggu ini, aku memaksakan hatiku yang malas kebaktian. Firman yang kuterima hari ini adalah jawaban atas apa yang kurasakan beberapa hari ini !.

Aku mengalami apa yang namanya kekecewaan karena apa yang direncanakan tidak sesuai harapan !. Memang aku berharap sangat-sangat banyak dengan apa yang kukerjakan seolah-olah aku mengerti apa yang di rencanakan Tuhan dalam hidupku!.

"Keluarga Lazarus adalah pengikut Yesus yang setia. Saat Lazarus ditimpa sakit mereka memberitahu Yesus. Tapi Yesus tidak segera datang dan lantas menyembuhkan Lazarus begitu saja. Karena Dia ingin mereka percaya. Saat Yesus tiba, Lazarus telah mati dan mereka mengungkapkan rasa kecewa dengan menangis dihadapan Yesus, seandainya Dia datang lebih cepat, mereka yakin Lazarus tidak akan mati. Yesus masgul melihat itu. Saat Dia bertanya dimana Lazarus, mereka mengatakan bahwa Lazarus sudah empat hari mati, mereka tidak yakin lagi dengan Yesus. Akhirnya Yesus membangkitkan Lazarus dari kematiannya supaya mereka yakin dan percaya kepada-Nya."

Aku menyerupai saudara Lazarus saat ini. Mengharapkan Tuhan melakukan apa yang kufikirkan dan kurencanakan ! Aku nga tahu kalimat apa yang tepat ditujukan pada diriku sekarang ini ( pembaca bisa kasih masukan kalimat yang tepat di kolom komentar..he..he )

Stop pikiranku !!. Bisa-bisa aku menjadi anak domba Allah yang berseru di gunung Sion saat bersukacita, dan saat masalah menerpa fikiranku pindah ke gunung Kawi ( ha...ha...ha ).

Saat kebaktian ber-ton-ton energi positif mulai memasuki aliran fikiranku. Dan aku tersenyum. Yah.., senyum. Nga tahu apa rencana Tuhan buatku. Tapi aku yakin itu baik.

Ku tak akan menyerah walau apapun juga

Akan ku coba apa yang ku bisa

Hatiku percaya Tuhan punya Rencana

Amin


0 komentar: