Senin, 28 Juli 2008

Kebetulan ?

" Ju, sori banget aku nga jadi ikut training itu soalnya ada janji dengan pelanggan besok pagi ", sms itu aku kirimkan ke hp sahabatku hari Jumat malam. Nga berapa lama, telepon di rumah berdering. Ju sahabatku yang telepon, " Sayang banget !. Ayolah kamu mesti ikut, training ini bagus sekali. Lagian kalau mundur sekarang, aku kebingungan cari gantinya. Ok, gini aja, kamu pikir lagi, aku tunggu kabarnya yah!".

Ju begitu bersemangat mengajak aku ikut training walaupun aku bilang secara financial aku nga mampu untuk ikut dan aku juga nga punya kendaraan untuk pergi ke tempat training yang lokasinya di luar kota. Tapi Ju tetap semangat dengan memberikan tiket masuk gratis, bahkan menyiapkan kendaraannya untuk mengantar dan menjemput.

Kebetulan kah Ju ngotot ngajak ikut training ?. Secara Ju bukan panitia acara. Ju juga bukan sedang pdkt.

Setelah menutup telepon. Aku terdiam sejenak. Rasanya malas ikut training ini secara aku lagi bokek trus besok ada pelanggan yang sudah mau datang. Dan aku juga menunggu pembeli yang berminat terhadap aset yang aku jual murah. Aku kan mesti bikin prioritas!.

Akhirnya aku memutuskan untuk ikut.

"Ju, aku ikut training"

"Bagus !., besok aku jemput jam 8 "

Jam 6 pagi aku sudah bangun dan mempersiapkan segala keperluan. Aku sudah wanti-wanti sama pegawai di kantor untuk segera menghubungiku jika ada pelanggan yang datang. Aku dijemput sekitar jam 8:30. Mobil yang dipakai adalah mobil kenalannya Ju. Sepanjang perjalanan, bolak-balik aku melirik handphone, memeriksa, kalau-kalau ada sms atau telepon yang masuk.

Kami sampai di tempat tujuan sekitar jam 12:00, setelah makan siang bareng dengan peserta yang lain, kami segera masuk ke ruang meeting.

Ups!. Ternyata HP wajib silent selama training. Dengan berat hati, aku melakukannya. Mula-mula aku masih kepikiran kalau-kalau ada telepon yang masuk, jadi suka curi-curi periksa hp. Nga berapa lama, aku mulai larut dengan materi pelatihan yaitu mengenai mindset (pola berfikir).

Secara aku ini sedang down banget. Apa yang disampaikan, cukup menyentakku bangun ! face your life without excuses ! , jangan terfokus pada hal-hal yang tidak bisa dikendalikan !. Setelah nga punya kendaraan memang gerakku jadi terbatas dan itu sudah menjadi alasan untuk tidak keluar rumah. Jadi untuk berhasil aku mesti bisa mengendalikan diri untuk menerima hal yang tidak bisa dikendalikan.

Satu hal lagi yang disampaikan, mengenai patient ( kesabaran) dan persistance (kegigihan). Kita mesti memiliki pola berfikir seperti ibu merawat bayi, yang tetap bertahan walau hasilnya belum memuaskan dan bersyukur terhadap hasil walaupun kecil dan pantang menyerah kemudian terus melakukan apa yang perlu dilakukan walaupun hasilnya belum nampak.

Training berakhir pukul 10 malam, dan tidak seorang pun yang menghubungiku.

Kebetulan kah nga ada yang menghubungi ku & materi trainingnya sesuai dengan kebutuhan ku ?

Training selesai pukul 12 siang besoknya. Ju dengan bersemangat mengajak kami mencoba roller coaster yang baru dibangun. Aku sendiri sih pengen cepat pulang supaya sempat mengikuti kebaktian yang terakhir, yaitu pukul 6 sore. Jam 2 tepat, kami meninggalkan tempat itu. Tiba-tiba Ju, minta supaya berhenti di tempat penjualan air tebu. Kami sih setuju saja. Tempat penjualan searah dengan jalan pulang. Nga berapa lama kami sudah sampai. Nikmat sekali rasanya air tebu asli. Dinginnya bukan karena es tapi karena cuaca pegunungan yang dingin. Ju tergesa-gesa minum karena pengen segera sampai ke roller coaster.

Kami melanjutkan perjalanan, aku duduk dibelakang dengan Ju. Baru jalan sebentar, Ju sudah tertidur. Dalam hati aku bersyukur. Mudah-mudahan nga jadi singgah. Tiba-tiba Ju tersentak bangun,

" aku pusing, ada yang punya minyak angin ?", katanya. "

" sori Ju, nga ada. Apa kita perlu berhenti di warung ?", usul Mas yang menyetir.

" nga usah deh, tapi tolong nyetirnya pelan-pelan saja", pinta Ju

" ok ", kata Mas sambil tertawa.

Ju kemudian melanjutkan tidurnya. Dan dia terus tertidur sampai kami melewati tempat roller coaster. Baru lewat sebentar dari tempat itu, Ju tersentak bangun lagi,

" aku mual !, minta kantong hitam !", pintanya

karena nga ada kantong hitam, kami memutuskan berhenti. Ju segera keluar dari mobil dan dia muntah di sisi mobil. Kami mengajak Ju istirahat sebentar di salah satu warung. Setelah minum air hangat dan Ju sudah merasa baikan, kami melanjutkan perjalanan.

Kebetulan kah Ju mual ?. Sehingga kami tidak jadi singgah di roller coaster.

Sepanjang sisa perjalanan dihabiskan Ju dengan tidur. Dia baru bangun setelah sampai dirumah dan memutuskan untuk istirahat. Hampir jam lima sore aku tiba di rumah. Aku masih sempat mengejar kebaktian terakhir, gumamku dalam hati.

Kebaktian hari ini topiknya mengenai tujuan hidup. Diambil dari Markus 10: 46-52. Entah tekanan apa yang sudah membawa kita ke dalam situasi hidup sekarang, situasi yang mungkin sudah merampas mimpi-mimpi kita, sehingga akhirnya kita memutuskan untuk menjalani hidup hanya sekedar hidup. Tapi ada saat dimana kita ingin sekali berubah, kita mesti percaya Tuhan sanggup melakukanya !.

Bartimeus hanya seorang pengemis buta yang kerjanya tiap hari mengharapkan uang receh. Dia sudah muak dengan kondisi hidupnya dan berharap suatu saat berubah. Saat Yesus lewat, dia berteriak sekuat tenaga memanggil namaNya, dan tidak perduli dengan orang yang menegornya. Yesus akhirnya berhenti dan bertanya apa yang dikendakinya. Bartimeus bilang, dia ingin dapat melihat !!. Dan dengan iman akhirnya dia dapat melihat.

Kebetulan kah firman yang disampaikan pas banget dengan kondisi ku sekarang ?

Pertanyaan kebetulan memenuhi benak aku ?. Satu jawaban muncul di dalam hati aku yaitu Terimakasih Tuhan atas jalan-jalan yang dipersiapkan. Aku percaya tidak ada yang kebetulan di muka bumi ini.


3 komentar:

~~Devita~~ mengatakan...

memang tidak ada yang kebetulan di dunia ini, asal kita percaya bahwa Dia telah mengatur segalanya untuk kita dan kita mempercayakan semua untuk Dia lakukan.

Seli mengatakan...

gw setuju filosofi tentang ibu yang merawat baby tsb, krn gw mengalaminya :p.

dan bukan kebetulan pula gw membaca entry yg ini, sehingga gw merasa diberkati. bukan begitu?!

Soegianto mengatakan...

tidak ada kebetulan yang kebetulan... bagi saya “Miracle is the conjunctions of many coincidence with one purposes to Glorify GOD.”
selamat menikmati mukjizat" keci lainnya