Peluit untuk digunakan saat pergantian tahun sudah siap di meja aku. Tidak sabar untuk segera meniupnya. Setiap pagi aku melirik kalender di atas meja kerja, menghitung hari. Aku bersukacita menyambut tahun ini baru.
Semua yang terjadi di dalam hidup aku di tahun ini baik itu yang aku mengerti maupun tidak aku mengerti membuat aku memiliki pondasi yang kuat untuk memulai lembaran tahun 2009.
Masalah kebangkrutan usaha, tidak tahu mau mulai usaha apa, kebingungan dengan semua yang terjadi, berhadapan langsung dengan kuasa gelap, dilindungi roh kudus dari roh jahat, masalah hidup masa lalu tersebar dari orang yang aku percaya, konflik dengan saudara, kehilangan kepercayaan diri, jatuh cinta dengan laki-laki, dikejar perempuan, kangen dengan pacar perempuan, tidak punya uang, jumlah sahabat yang minim, puasa 24jam,..............
Hmmmm...., apalagi yah ?. Aku tersenyum mengingat semua itu. Bapa tidak pernah melepaskan tanganku di sepanjang tahun 2008. Dia Bapa yang mempersiapkan anak-anak yang dikasihiNya siap menghadapi hari yang akan datang.
Aku punya Bapa yang luar biasa. Setiap pengalaman yang terjadi sepanjang tahun ini membuatku berubah menjadi manusia yang lebih baik. Seperti janji Bapa, Anak menjadi kepala dan bukan ekor, Anak menjadi naik dan bukan turun.
Terimakasih Bapa.

0 komentar:
Poskan Komentar