Tingkah polah Alex di atas panggung sewaktu pesta perpisahan TK mencuri perhatianku. Gaya Alex begitu gemulai dan menyatu dengan musik pengiring. Matanya, mimiknya menyiratkan rasa percaya diri yang tinggi. Diantara 40 lebih murid TK yang menari bersama di atas panggung, Alex yang paling bersinar. Selain wajahnya yang tampan, tinggi semampai, putih, gayanya juga memikat, seolah model profesional. Bahkan kameran jadi lebih sering menyorot Alex dibandingkan yang lain.
Kami bertepuk tangan sesudah video itu di putar. Alex memang sangat berbakat di dunia tari. Sejak masih play group Alex sering menjadi juara di bidang fashion. Setiap acara drama di sekolah Alex sering menjadi pemeran utama. Naskah panjang bukan persoalan bagi Alex. Menyanyi di atas panggung menjadi kesukaan Alex. Guru-gurunya mengakui Alex membuat suasana menari menjadi hidup. Waktu itu mamanya bangga sekali dengan sederetan piala yang Alex menangkan.
Tapi di usianya yang menginjak delapan tahun, kesukaan Alex di bidang seni khususnya tari membuat mamanya takut anaknya jadi banci. Ketakutan mamanya bukan tanpa alasan. Secara sehari-hari Alex sangat sensitif, gampang menangis, kalau di ganggu temannya, adik perempuannya yang maju melawan. Alex juga tidak melakukan aktivitas layaknya anak lelaki. Dan gaya menari Alex yang meniru artis seperti Inul membuat mamanya menjerit histeris.
Sekarang aktivitas Alex di bidang fashion dan tari-tarian di hentikan. Mamanya mengarahkan Alex untuk masuk ke olahraga taekwondo dan wushu, minat di bidang seni di alihkan ke dunia lukis.
Aku memperhatikan Alex yang asik menonton film animasi dengan anak-anak yang lain, ntah apa judulnya. Aku hanya melihat ada banyak puteri-puteri yang menari, mungkin film Princes Cinderella. Dan Alex sesekali meniru tariannya.
Aku tahu kejadian ini tidak untuk di lewatkan begitu saja. Bapa yang baik, berikan aku hikmat untuk mengerti semua ini.
