Sebut saja namanya En.
Dimulai dengan menceritakan aktifitas apa saja yang kujalani baik itu dunia sekuler maupun pelayanan di gereja. Akhirnya kami bertukar alamat jejaring sosial. Demi membangun komunikasi, aku mulai sering meng-update status, add friend dan rajin membalas comment.
Suatu saat En bilang mau menyumbangkan beberapa barang pribadinya , aku mengusulkan nama sebuah panti asuhan kepadanya dan En setuju.
Hari – H, aku menuju ke tempat tinggal En. Kurang dari 20 menit sudah tiba. Pesan singkat “aku sudah tiba” ku kirim ke handphonenya. Tidak berapa lama En keluar dari kamar dengan membawa kardus kecil berisi pakaian bekas.
Dengan cepat mobil ku pacu ke panti asuhan.
Tiba di sana, halaman panti asuhan gelap, cahaya hanya datang dari dalam bangunan. Aku melirik jam, baru pukul 7:30. Agak khawatir, jangan-jangan sudah tidak bisa terima tamu. Gembok gerbang kuketok pelan. Syukurlah tidak berapa lama seorang ibu keluar. Aku jelaskan maksud kedatangan kami, kemudian En menyerahkan sumbangan tersebut dan kami segera beranjak pergi.
Tujuan berikutnya adalah mengunjungi rumah Wil. Sahabat sekaligus konselorku. Dia murni hetero. Hikmat dari Tuhan membuat Wil mampu menjadi seorang konselor bagiku yang punya latar belakang lesbian. Perihal En juga kukonsultasikan dengannya. Semangatku begitu menggebu-gebu untuk bersaksi tapi Wil dengan mimik khawatir bolak-balik berpesan agar tidak lupa berdoa terus dan menekankan kepadaku adalah lebih baik melangkah mundur jika aku tidak bisa menjaga hatiku dari pada terjatuh lagi di masalah yang sama.
Rencananya En mau menyumbangkan buku-bukunya kepada yang membutuhkan. Setahuku Wil punya jaringan yang luas untuk itu makanya mereka kuperkenalkan. Wil baru pulang waktu kami tiba. Kami hanya sebentar disana karena En ntah kenapa membatalkan niatnya.
Dalam perjalanan pulang, sekilas En bercerita tentang ayahnya yang temperamen dan hal itu membuatnya dari muda punya tekad kuat untuk mandiri secara financial. Berbagai pekerjaan dilakoni dengan kerendahan hati. Hari ini En adalah seorang manager dan mapan.
Ini baru permulaan.

0 komentar:
Poskan Komentar